7/14/2009

Liburan di Juli 2009

Seusai mencoblos, gw dan keluarga berangkat berlibur!

Kota singgah pertama: Tasikmalaya
Kota Tasik yang sehari-harinya panas berhawa sejuk ketika kami datang.
Beli : Kontainer kotak dari anyaman rotan warna pelangi dengan harga terjangkau.
Lihat-Lihat : Batik Tasikmalaya dan tempat pembuatannya. Batik Tasik ciri khasnya memang berwarna cerah.
Icip-Icip : Sup Hsit Kepiting dan Kepiting Soka Saos Padang yang mantap rasanya di Restoran Cirebon, Jalan Tentara Pelajar. Supnya kental berisi banyak dan membuat hangat. Sementara kepitingnya renyah dan gurih karena diselimut lapisan tipis tepung dan telur, cocok dengan cangkang kepiting jenis soka yang memang lebih rapuh dibandingkan rajungan. Kepiting disajikan dengan saos padang gurih berwarna cokelat muda (beda dengan saos Padang yang umumnya berwarna merah) di atas piring ceper. Hmmm :)

Kota singgah kedua: Ciamis
Tadinya pengen main-main di daerah Batukaras (dekat Pangandaran), berciprat-ciprat serta berenang-renang main air di pantai. Alangkah sayangnya semua penginapan penuh. Gak jadi deh. Di jalan depan ada penginapan berkonsep unik dimana kegiatan-kegiatan rekreasinya berbentuk outbound (gw lupa namanya hehe). Kompleks penginapan yang terletak di tepi sungai ini berisi belasan rumah-rumah kecil (Ya, kecil. Lebih tepatnya mirip lumbung padi :P) dimana isinya cuma kasur dan kamar mandi. Nuansa-nuansa camping dan backpackers sedikit terasa di sini. Ada tempat kumpul-kumpul lengkap dengan api unggunnya, letak dapur di tengah-tengah kompleks dengan meja kursi serta TV, mading berisi kesan dan pesan para pelancong, foto-foto Ello yang banyak--Iya, Ello si penyanyi itu ternyata membuat video klip lagunya itu disitu! Di sungai itu! Heheh

Kota singgah ketiga: Cilacap
Ternyata, ada jalan baru yang langsung dengan cepatnya sampai di Jawa Tengah, Yay!
Jalan-jalan ke Benteng Pendem di kawasan pantainya di dekat tempat penyimpanan minyak Pertamina (yang salah satu tangki raksasanya terbakar akibat petir). Benteng Pendem dibangun pada akhir abad ke-18 zaman kolonial Belanda secara bertahap. Sesuai namanya, sesudah benteng ini tidak digunakan, dipendam dengan tanah sampai-sampai menyerupai bukit agar tidak dimanfaatkan oleh musuh. Sampai sekarang warta ini dibuat, proses penggalian sudah mencapai 60%. Hebatnya, salah satu terowongan dari benteng ini dulu digali sampai lantai laut dan tembus sampai Pulau Nusakambangan. Oya, tadinya sekeluarga mau lihat hutan payau juga. Sayangnya, Tsunami yang terjadi sekitar satu setengahan tahun yang lalu menyebabkan hutan rusak :(
Inap-Inap: Semua penginapan di Cilacap tua-tua. Sampai-sampai bapak gw ketemu hotel yang pernah disinggahi olehnya dan nini (atau nenek) belasan tahun lalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar